Toleran, Intoleran, Abai, Radikal, dan Fanatik

Di jurusan Teknik Informatika (dan kebanyakan jurusan komputer lain) konsep Basis Data biasanya dijelaskan dengan paradigma relasional. Sering kali disebutkan bahwa paradigma relasional lengkap dengan prosedur normalisasi adalah paradigma paling bagus dibandingkan paradigma lain termasuk non-relasional, flat file, dan lain sebagainya.

Seiring berkembangnya zaman ternyata paradigma tersebut seringkali memiliki kelemahan dalam beberapa studi kasus. Sebagai contoh basis data pada aplikasi media sosial ternyata penerapan paradigma relasional malah membuat aplikasi berjalan lambat dan prosesor bekerja terlalu keras. Sebagai solusinya, penggunaan basis data non-relasional sering dijadikan alternatif pada beberapa media sosial.

Developer yang Toleran, setelah menguasai berbagai konsep dan paradigma basis data yang ada akan memaklumi bahwa memang beberapa kasus penerapan paradigma non-relasional itu lebih cocok daripada memaksakan paradigma relasional. Kalaupun developer tersebut tidak faham alasan penggunaan non-relasional, dia akan menanyakan dan mencari informasi alasan penerapan paradigma tersebut, sambil belajar dan memperdalam pengetahuan basis datanya, hingga akhirnya dia mafhum ternyata dalam beberapa kasus paradigma non-relasional lebih cocok untuk diterapkan.

Sedangkan developer yang hanya belajar paradigma relasional saja tanpa membandingkan fitur, kelebihan, serta kekurangan dengan paradigma lain akan bersikap Intoleran dan mengkritik habis-habisan penerapan paradigma non relasional pada kasus tersebut.

Beberapa developer yang sebenarnya masuk kategori intoleran ada juga yang malas mengkritik dan lebih suka bersikap Abai dan diam. Tidak setuju dengan penerapan non-relasional tapi terlalu malas untuk mengingatkan apalagi mengkritik. Toh bagaimanapun juga itu bukan proyeknya dia, nanti ketika aplikasinya bermasalah baru dia datang untuk nyinyir.

Nah, ketika developer intoleran tersebut mulai beraksi dengan memaksa-maksa developer lain untuk menggunakan paradigma relasional dalam kasus apapun, dan bahkan sudah mulai mengacak code base yang dibuat untuk dipaksa migrasi ke paradigma relasional, sungguh sebenarnya developer tersebut sudah melakukan sesuatu yang Radikal.

Berdasarkan analogi tersebut dapat ditarik garis merah bahwa Toleransi memerlukan pengetahuan atau usaha untuk mencari tahu lebih kuat, sedangkan Intoleransi dan Radikalisme memerlukan semangat dan kengototan lebih.

Oh ya ada satu lagi golongan developer yang sudah mencoba mencari tahu, menambah pengetahuan, dan juga bertanya tentang konsep non-relasional. Tidak bisa membantah teorinya tapi tetap saja tidak cocok dan tidak mau setuju dengan penerapan non-relasional. Developer tersebut kita kategorikan sebagai developer yang Fanatik terhadap basis data relasional.

You May Also Like

About the Author: Fahri Firdausillah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *